PETA KONSEP SENSASI PERSPSI
Penjelasan:
1. Stimulus
Stimulus
merupakan setiap aspek dari dunia luar yang secara langsung berpengaruh
pada prilaku/kesadaran manusia. Syarat stimulus agar dapat direspons
atau dipersepsi
dan disadari oleh individu yang menjadi sasarannya adalah stimulus harus
cukup
kekuatannya. Dengan demikian stimulus atau perangsang tersebuat dapat
diamati
atau direspon oleh alat indera.
Individu dapat menerima bermacam-macam
stimulus pada suatu titik watu tertentu. Ada stimulus yang didasari da nada
yang tidak disadari. Agar dapat disadari individu, stimulus harus kuat.
Stimulus juga harus memiliki batas kekuatan minimal (ambang absolut sebelah
bawah atau ambang stimulus) agar dapat menimbulkan kesadaran di pihak individu.
Kurang dari ambang tersebut, stimulus tidak dapat disadari oleh individu.
Stimulus akan semakin kuat bila kekuatan
stimulus ditambah, dengan itu orang akan mampu membedakan kekuatan stimulus
satu dengan yang lain. Akan tetapi penambahan kekuatan stimulus tidak selalu
disadari. Hal ini berarti stimulus telah mencapai ambang absolut sebelah atas
atau ambang terminal yang mana kekuatan stimulus maksimal. Dengan demikian
rentang antara ambang stimulus dan ambang terminal merupakan rentang kekuatan
stimulus yang dapat disadari individu.
3. Indera Manusia
Agar stimulus dapat dipersepsi,diperlukan
perhatian dari individu yang memersepsi setelah itu indivdu akan menyadari
adanya stimulus yang ditangkapoleh alat indera (penglihatan, perabaan,
pendengaran, penciuman, pengecapan). Stimulus tersebut diteruskan oleh syaraf
sensoris ke otak, sehingga individu menyadari apa yang dilihatnya. Alur
persepsi dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Stimulus mengenai alat indera. Proses bersifat
fisik.
b. Stimulus kemudian dilangsungkan ke otak oleh
syaraf sensoris. Proses bersifat fisiologis.
c. Diotak sebagai pusat susunan urat syaraf
terjadilah proses yang pada akhirnya membuat
individu dapat menyadari atau memersepsi stimulus yang diterima melalui alat
indera.
Sensasi merupakan suatu proses yang belum
dimaknai. Contohnya yang terjadi dalam indera penciuman. Ketika rangsangan
syaraf dari sel penciuman menuju pertama ke pentolan/sel penciuman yang sangat
kecil bergerak menuju ke cortex. Cortex ii mengubah rangsangan syaraf ke
sensasi penciuman terhadap semprotan tupai yang berbau busuk atau pafum yang
harum.
Adapun
proses yang mempengaruhi persepsi. Diantaranya objek yang dipersepsi,
alat indera, syaraf dan pusat susunan syaraf, perhatian, ciri-ciri rangsang,
nilai-nilai dan kebutuhan individu, pengalaman terdahulu.
Setelah adanya stimulus yang diterima alat
indera tersebut diteruskan oleh syaraf sensoris ke otak. Kemudian terjadi
proses selanjutkan diotak sebagai pusat kesadaran, yang mengakibatkan individu
menyadari apa yang dilihat, didengar, diraba, dan lainlain. Jadi persepsi adalah pengorganisasian dan
penginterprestasian stimulus yang diindera sehingga merupakan sesuatu yang
berarti, dan merupakan respons yang terintegrasi dalam diri individu.
FAKTOR-FAKTOR PERSEPSI
1. Faktor Internal
a. Alat Indera, Syaraf, dan Pusat Susunan Syaraf
a. Alat Indera, Syaraf, dan Pusat Susunan Syaraf
Alat indera atau reseptor berfungsi untuk menerima stimulus.Sedangkan
syaraf sensori berperan dalam meneruskan stimulus yang diterima reseptor,
kepusat susunan syaraf yauitu otak sebagai pusat kesadaran. Supaya terjadi
respons diperlukan syaraf motorik.
b. Perhatian
b. Perhatian
Agar terjadi proses persepsi diperlkan perhatian, yait proses atau tahap
pertama sebagai prsiapan mengadakan persepsi. Perhatian adalh pemusatan atau
pengonsentrasian seluruh aktivitas individu pada satu atau sekumpulan objek.
a. Objek yang dipersepsi
Persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek ini menimbulkan stimulus yang memicu atau merangsang alat indera atau reseptor. Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari luar, ada juga stimulus yang datang dari dalam individu yang meresepsi.
Persepsi mengandaikan adanya objek yang dipersepsi. Objek ini menimbulkan stimulus yang memicu atau merangsang alat indera atau reseptor. Walaupun sebagian besar stimulus itu datang dari luar, ada juga stimulus yang datang dari dalam individu yang meresepsi.
b. Nilai-nilai dan kebutuhan individu
Nilai-nilai
dan kebutuhan individu sangat memengaruhi proses persepsi. Seorang seniman akan
berbeda pengamatan dibandingkan dengan orang yang bukan seniman. Penelitian
menunjukan bahwa anak-anak dari golongan miskin melihat koin (mata uang logam)
lebih besar dari pada anak-anak orang kaya.
PERUBAHAN SENSASI PERSEPSI
1.
Stimulus yang berupa cahaya, suara, suhu
2.
Transductive --> sinyal listrik --> implus syaraf adalah proses dimana panca indera merubah energy fisik ke
sinyal-sinyal yang kemudian menjadi implus syaraf dan diteruskan ke otak untuk
diproses.
3.
Brain: Primary Areas à ialah implus syaraf dan
diteruskan ke otak untuk diproses.
4.
Brain: Association Areas à ialah sensasi yang diubah
menjadi image yang bermakna (persepsi)
5.
Personalized perception ialah pengalaman,
lingkungan, emosi, ingatan-ingatan personal akan menambah persepsi kita.
Referensi:
Heru, Basuki A. M. (2008). Psikologi
Umum. Jakarta: Gunadarma.
Dwi, Riyanti B.P., Hendro Prabowo & Ira
Puspitawati (2008). Psikologi Umum1. Jakarta: Gunadarma
Sap.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar